Analisa Lengkap Skema Tone Control 2 Transistor 2N5551 24V

Sekema tone control gm006

Skema pada gambar merupakan rangkaian Tone Control aktif menggunakan 2 transistor 2N5551 dengan tegangan kerja 24V DC. Fungsi utamanya adalah mengatur karakter suara (Bass dan Treble) sebelum sinyal masuk ke power amplifier.

Rangkaian ini cocok digunakan pada:


  • Amplifier rumahan
  • Speaker aktif
  • Preamp audio DIY
  • Penguat OCL, TDA7294, TDA2030, dll.


1. Bagian Input dan Penguat Awal (Q1)

Komponen:

R14 = 1K
C2 = 1µF
Q1 = 2N5551
R3 = 330K
R4 = 330K
R2 = 4.7K
C3 = 10µF


Cara kerja:

Sinyal audio masuk dari Vin, lalu melewati:

R14 (1K)

Berfungsi sebagai pembatas dan pelindung input.

C2 (1µF)

Kapasitor kopling untuk memblok tegangan DC agar hanya sinyal audio yang diteruskan.

R3 dan R4 (330K)

Membentuk bias transistor Q1 supaya bekerja di daerah linier.

Q1 (2N5551)

Berfungsi sebagai penguat awal (preamp).

R2 (4.7K)

Resistor emitter untuk menjaga kestabilan penguatan.

C3 (10µF)

Menghubungkan sinyal menuju rangkaian pengatur nada.

2. Bagian Tone Control (Bass dan Treble)

Bagian tengah ini adalah inti pengaturan suara.

Komponen utama:

U1 = Potensiometer 50K
U2 = Potensiometer 50K
C7 = 39nF
C8 = 39nF
C6 = 4.7nF
R12 = 5.6K
R13 = 5.6K
R18 = 8.2K
R10 = 1K
R11 = 1K
Fungsi masing-masing:
U1 → Pengatur Treble

Digunakan untuk menaikkan atau menurunkan frekuensi tinggi.

Diputar ke kanan → suara lebih tajam
Diputar ke kiri → suara lebih lembut
C7 dan C8 (39nF)

Menentukan respon frekuensi menengah–tinggi.

U2 → Pengatur Bass

Mengatur frekuensi rendah.

Diputar ke kanan → bass bertambah
Diputar ke kiri → bass berkurang
C6 (4.7nF)

Membentuk karakter respon frekuensi rendah.

R18 (8.2K)

Menjaga keseimbangan antara pengaturan bass dan treble.

3. Bagian Output (Q2)

Komponen:

Q2 = 2N5551
R5 = 1K
R6 = 47K
R7 = 330K
R8 = 4.7K
C1 = 1µF
C4 = 10µF
C5 = 100µF
R19 = 4.7K
R9 = 47K
Cara kerja:

Sinyal hasil pengaturan tone masuk ke basis transistor Q2.

Q2

Menguatkan sinyal akhir sebelum dikirim ke output.

C5 (100µF)

Sebagai by pass emitter.

Catatan pada gambar:

Nilai asli C5 = 10µF
Dimodifikasi menjadi 100µF untuk meningkatkan respon bass.

C4 (10µF)

Kapasitor kopling output.

R19 dan R9

Menjaga kestabilan sinyal keluaran.

Tegangan Kerja
Supply: 24V DC
Arus konsumsi: sekitar 10–30 mA
Ground sebaiknya model star ground agar tidak dengung.
Kelebihan Rangkaian

✅ Komponen sederhana
✅ Karakter suara halus
✅ Noise rendah
✅ Bass dan treble cukup responsif
✅ Cocok untuk DIY audio

Kekurangan

❌ Tidak ada pengatur volume >bisa di tambah
❌ Butuh catu daya yang bersih
❌ Penguatan tidak sebesar preamp op-amp modern

Tips Perakitan

  1. Gunakan kabel input shielded.
  2. Pasang potensiometer kualitas baik (50K log).
  3. Pisahkan jalur audio dan jalur power.
  4. Gunakan elco audio grade jika tersedia.


Kesimpulan:
Rangkaian ini adalah tone control transistor tipe Baxandall yang memanfaatkan dua transistor 2N5551 sebagai penguat aktif sehingga pengaturan bass dan treble terasa lebih hidup dibanding tone control pasif.

Posting Komentar untuk "Analisa Lengkap Skema Tone Control 2 Transistor 2N5551 24V "