![]() |
| saturn_ps010 |
Bagi para penggila radio komunikasi (bren/ngebrik) maupun teknisi elektronika, memiliki power supply yang tangguh dan stabil adalah sebuah kewajiban. Salah satu skema legendaris yang terkenal sangat kokoh dalam menjaga stabilitas tegangan adalah Saturn Type PS-010.
Rangkaian ini mampu menghasilkan tegangan yang dapat diatur mulai dari 9 Volt hingga 17 Volt dengan kemampuan arus maksimal mencapai 10 Ampere. Sangat cocok untuk menyuplai perangkat Radio HT maupun Radio Rig yang membutuhkan arus besar saat transmit.
Berikut adalah penjelasan detail mengenai fungsi komponen dan cara kerja dari skema tersebut:
1. Bagian Input & Penyearah Arus (Rectifier)
Transformator (T1): Menggunakan trafo dengan output 18V AC murni dengan kapasitas minimal 10 Ampere.
Dioda Bridge (D1-D4): Berfungsi mengubah arus AC dari trafo menjadi arus DC. Pada catatan skema, Anda bisa merangkai 8 buah dioda 5A secara paralel, atau opsi praktisnya langsung menggunakan satu buah Dioda Kiprok (Bridge) kotak dengan rating 35A - 50A agar lebih tahan panas.
Kapasitor Elco (C1-C4): Terdiri dari 4 buah Elco berukuran 2200uF / 25V atau voltase di perbesar lagi menjadi 2200uF/35v yang dipasang secara paralel (total kapasitas menjadi 8800uF). Fungsinya adalah sebagai filter untuk meratakan arus DC agar bersih dari sisa riak (ripple) AC, sehingga suara radio tidak berdengung (humming).
2. Bagian Otak Pengendali (IC Regulator 723)
IC1 (LM723): Ini adalah komponen inti dari fitur High Stability. IC 723 merupakan regulator tegangan presisi yang bertugas memonitor dan mengunci tegangan agar tidak drop/turun, meskipun rangkaian sedang dibebani arus yang besar.
Potensiometer (VR1 B10K): Berfungsi sebagai pengatur mekanis untuk menaikkan atau menurunkan tegangan output sesuai kebutuhan (rentang 9V - 17V).
3. Bagian Penguat Arus Utama (Transistor Final)
Karena IC LM723 tidak mampu mengalirkan arus besar secara langsung, maka arusnya dilipatgandakan menggunakan kombinasi transistor:
Transistor Driver (TR1): Menggunakan tipe TIP31B atau 2SC1061 sebagai jembatan penguat pertama.
Transistor Power/Final (TR2 & TR3): Menggunakan sepasang transistor jengkolan tipe 2N3055. Keduanya dipasang paralel untuk berbagi beban arus hingga 10 Ampere.
Resistor Kapur (R10 & R11): Berukuran 0.1 Ohm / 5 Watt, dipasang pada kaki emiter masing-masing transistor final untuk menyeimbangkan pembagian arus agar kedua transistor panasnya merata.
Catatan Penting: Transistor 2N3055 akan menghasilkan panas yang cukup tinggi saat bekerja berat. Wajib hukumnya memasang sirip pendingin (heatsink) aluminium yang tebal, ditambahkan pasta sirkon, serta kipas fan DC untuk sirkulasi udara.
4. Sistem Proteksi & Fitur Sensor
Output Sensor: Jalur kabel dari pin sensor pada IC wajib dihubungkan langsung ke ujung terminal output positif paling luar. Fitur ini berfungsi membaca tegangan riil di ujung kabel, sehingga jika terjadi penurunan tegangan akibat hambatan kabel, IC akan otomatis mengoreksinya.
Sekring / Fuse (F1 10A): Dipasang di jalur output utama sebagai sistem pengaman short-circuit (korsleting). Jika terjadi salah potong kabel atau korslet pada beban, sekring akan putus dan menyelamatkan komponen berharga lainnya.
Desain PCB Saturn PS-010 ini tergolong sangat ramah untuk pemula maupun profesional karena jalurnya yang tidak terlalu rumit namun memiliki performa kelas kompetisi. Selamat mencoba merakit!
