Alokasi frekuensi ORARI

✎ jz11ofd 📅 Minggu, Mei 31, 2026 ⏱ Menghitung waktu...

Alokasi Frekuensi ORARI untuk Anggota Amatir Radio Indonesia

Logo ORARI
Logo ORARI dan IARU

Penggunaan frekuensi oleh anggota ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) diatur berdasarkan band plan nasional yang mengacu pada regulasi pemerintah serta rekomendasi IARU (International Amateur Radio Union).

Setiap anggota amatir radio memiliki hak akses frekuensi yang berbeda sesuai tingkat kecakapannya, yaitu Pemula, Siaga, Penggalang, dan Penegak. Selain itu, penggunaan daya pancar juga dibatasi sesuai dengan izin yang dimiliki.

Pembagian Frekuensi Berdasarkan Pita Gelombang

Amatir radio di Indonesia menggunakan beberapa pita frekuensi utama yang masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi berbeda.

HF (High Frequency)

Pita HF umumnya digunakan untuk komunikasi jarak jauh, baik antarprovinsi maupun antarnegara. Gelombang HF mampu dipantulkan oleh lapisan ionosfer sehingga dapat menjangkau ribuan kilometer.

Contoh alokasi yang populer:

  • Band 80 meter : 3,500 – 3,900 MHz.
  • Band 40 meter : 7,000 – 7,200 MHz.
  • Band 10 meter : 28,000 – 29,700 MHz.

VHF (Very High Frequency)

Pita VHF banyak digunakan untuk komunikasi lokal, komunikasi mobile, dan sistem repeater.

Band yang paling populer adalah band 2 meter dengan rentang frekuensi:

  • 144,000 – 148,000 MHz.

Pita ini menjadi frekuensi harian yang paling sering digunakan oleh anggota ORARI untuk komunikasi lokal.

UHF (Ultra High Frequency)

Pita UHF umumnya digunakan untuk komunikasi lokal, eksperimen digital, serta komunikasi satelit amatir.

Contoh alokasi yang umum digunakan:

  • 430,000 – 440,000 MHz (Band 70 cm).

Alokasi Frekuensi Repeater dan Simplex

Dalam komunikasi amatir radio, frekuensi repeater dan simplex memiliki fungsi yang berbeda.

Repeater Radio Amatir
Radio Pancar Ulang (Repeater)

Frekuensi Repeater

Repeater menggunakan pasangan frekuensi input dan output yang dipisahkan oleh offset tertentu.

Pada band 2 meter, offset yang umum digunakan adalah sekitar 600 kHz (0,600 MHz), meskipun koordinasi frekuensi dapat berbeda di setiap daerah.

Penggunaan repeater memungkinkan komunikasi menjangkau area yang lebih luas dibandingkan komunikasi langsung.

Frekuensi Simplex

Simplex adalah komunikasi langsung antar radio tanpa melalui repeater.

Mode ini banyak digunakan untuk komunikasi lapangan, kegiatan portable, maupun komunikasi jarak dekat.

Call Channel

Call channel merupakan frekuensi khusus yang digunakan untuk memanggil stasiun lain sebelum berpindah ke frekuensi kerja.

Pada band 2 meter, salah satu call channel yang sering digunakan adalah:

  • 145,000 MHz.

Setelah komunikasi terjalin, kedua stasiun biasanya berpindah ke frekuensi lain agar call channel tetap tersedia bagi pengguna lain.

Ketentuan Penting Penggunaan Frekuensi ORARI

Tingkat Kecakapan Amatir Radio

Setiap tingkatan IKRAP memiliki hak akses frekuensi dan batas daya pancar yang berbeda. Oleh karena itu, anggota amatir radio wajib mengetahui batasan sesuai kelas izin yang dimilikinya.

Mematuhi Regulasi Resmi

Penggunaan frekuensi amatir radio harus mengikuti band plan yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta ketentuan ORARI.

Perubahan alokasi frekuensi dapat terjadi sesuai perkembangan regulasi, sehingga anggota disarankan selalu mengikuti informasi terbaru dari ORARI dan pemerintah.

Komunikasi Satelit Amatir

Beberapa segmen frekuensi dialokasikan khusus untuk komunikasi satelit amatir dan kegiatan eksperimen ruang angkasa.

Contoh alokasi yang umum digunakan antara lain:

  • 29,3 – 29,7 MHz.
  • 145,8 – 146,0 MHz.
  • 435 – 438 MHz.

Frekuensi Repeater di Setiap Daerah

Alokasi frekuensi repeater dapat berbeda-beda pada setiap wilayah ORARI Daerah (Orda) maupun ORARI Lokal (Orlok). Hal ini dilakukan untuk menghindari interferensi antar repeater yang beroperasi dalam satu kawasan.

Untuk mendapatkan informasi repeater yang aktif di wilayah Anda, disarankan menghubungi ORARI Lokal setempat atau komunitas amatir radio di daerah masing-masing.

Kesimpulan

Frekuensi amatir radio yang digunakan anggota ORARI dibagi ke dalam beberapa pita utama seperti HF, VHF, dan UHF. Setiap pita memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari komunikasi lokal, komunikasi jarak jauh, hingga komunikasi satelit.

Penggunaan frekuensi harus mengikuti band plan yang berlaku serta disesuaikan dengan tingkat kecakapan amatir radio yang dimiliki. Dengan memahami alokasi frekuensi dan aturan operasional yang benar, kegiatan amatir radio dapat berlangsung tertib, aman, dan tidak mengganggu pengguna frekuensi lainnya.