![]() |
| gambar logo orari |
Penggunaan frekuensi oleh anggota ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) diatur secara ketat berdasarkan band plan nasional yang merujuk pada regulasi pemerintah (Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika). Penggunaan frekuensi ini dibagi ke dalam berbagai pita gelombang (band) berdasarkan tingkat kecakapan anggota (Pemula, Siaga, Penggalang, dan Penegak).
Berikut adalah ringkasan pembagian alokasi frekuensi umum untuk amatir radio di Indonesia:
1. Pembagian Berdasarkan Pita Gelombang
HF (High Frequency): Digunakan untuk komunikasi jarak jauh (antarnegara/benua). Contoh: Band 80m (3.500–3.900 MHz) dan 10m (28.000–29.700 MHz).
VHF (Very High Frequency): Umumnya digunakan untuk komunikasi lokal atau repeater (ulang pancar). Band 2m (144.000–148.000 MHz) adalah yang paling sering digunakan untuk komunikasi harian antaranggota.
UHF (Ultra High Frequency): Digunakan untuk komunikasi lokal dan eksperimen satelit. Contoh: Band 70cm (430.000–440.000 MHz).
2. Alokasi Repeater dan Simplex
Frekuensi untuk repeater dan simplex berbeda-beda di setiap daerah (Orda/Orlok).
Repeater: Menggunakan sistem input dan output (dengan offset frekuensi tertentu, misalnya -0.600 MHz untuk 2m band).
Simplex: Komunikasi langsung antar radio tanpa melalui perantara repeater.
Call Channel: Frekuensi khusus untuk memanggil (calling channel), misalnya pada 145.000 MHz
untuk band 2m, yang digunakan untuk mencari lawan bicara sebelum pindah ke frekuensi kerja lain.
3. Ketentuan Penting
Tingkat Kecakapan: Akses pita frekuensi dan batas daya pancar (watt) bergantung pada tingkat lisensi (IKRAP) yang dimiliki.
Regulasi Resmi: Penggunaan frekuensi wajib mematuhi band plan yang diterbitkan oleh pemerintah. Anda dapat melihat detail teknis terbaru melalui dokumen Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kegiatan Amatir Radio.
Satelit: Frekuensi seperti 29,3–29,7 MHz, 145,8–146 MHz, dan 435–438 MHz dikhususkan untuk kegiatan satelit amatir.
Untuk mendapatkan daftar frekuensi repeater spesifik di wilayah Anda (Cilacap/Jawa Tengah), disarankan untuk menghubungi ORARI Lokal setempat, karena setiap wilayah memiliki koordinasi frekuensi repeater yang berbeda-beda agar tidak saling mengganggu.


Posting Komentar untuk "Alokasi frekuensi ORARI"